Friday, 10 June 2011

kisah sejarah nabi muhammad part 5

assalamualaikum dan bismillah


helooo..cinonex nak share..tak kesah la ade orang nak bace atau pun tak..peringatan dan ilmu untuk diri cinonex sendiri sebenarnye..peace

part 1 part 2 part 3 part 4




Orang-Orang Kristian Yang Fanatik dan Muhammad


Sedang dari pihak kaum Masehi, ramai di antara mereka itu yang menyindir-nyindir Muhammad dan menilainya dengan sifat-sifat yang tidak mungkin dilakukan oleh kaum terpelajar - untuk melampiaskan rasa kebencian yang ada dalam hati mereka serta beragitasi membangkitkan emosi orang. Meskipun ada dikatakan bahawa perang salib itu sudah berakhir sejak ratusan tahun yang lalu, namun fanatisma gereja Kristian terhadap Muhammad mencapai puncaknya sampai pada waktu-waktu belakangan ini.


Dan barangkali masih tetap demikian kalau tidak akan dikatakan malah bertambah, sekalipun dilakukan dengan sembunyi-sembunyi, berselubung misi dengan pelbagai macam cara. Hal ini tidak terbatas hanya pada gereja saja bahkan sampai juga kepada penulis-penulis dan ahli-ahli fikir Eropah dan Amerika, yang dapat dikatakan tidak seberapa hubungannya dengan pihak gereja.


Boleh jadi orang merasa hairan bahawa fanatisma Kristian terhadap Islam masih begitu keras pada suatu zaman yang diduga adalah zaman cerah dan zaman ilmu pengetahuan, yang berarti juga zaman toleransi dan kelapangan dada. Dan orang akan lebih hairan lagi apabila mengingat kaum Muslimin yang mula-mula, betapa mereka merasa gembira melihat kemenangan kaum Kristian begitu besar terhadap kaum Majusi (Mazdaisma), melihat kemenangan pasukan Heraklius merebut panji-panji Parsi dan dapat melumpuhkan tentera Kisra.


Masa itu Parsi adalah yang memegang tampuk pimpinan di seluruh jazirah Arab bahagian selatan, sesudah Kisra dapat mengusir Abisinia dari Yaman. Kemudian Kisra mengerahkan pasukannya - pada tahun 614 - di bawah salah seorang panglimanya yang bernama Syahravaraz[2] untuk menyerbu Rom, dan dapat mengalahkannya ketika berhadap-hadapan di Adhri'at[3] dan di Bushra[4], tidak jauh dari Syam ke negeri Arab. Mereka ramai yang terbunuh, kota-kota mereka dihancurkan, kebun-kebun zaitun dirosak.


Pada waktu itu Arab - terutama penduduk Mekah - mengikuti berita-berita perang itu dengan penuh perhatian. Kedua kekuatan yang sedang bertarung itu merupakan peristiwa terbesar yang pernah dikenal dunia pada masa itu.


Negeri-negeri Arab ketika itu menjadi tetangga-tetangganya. Sebahagian berada di bawah kekuasaan Parsi, dan sebahagian lagi berbatasan dengan Rom. Orang-orang kafir Mekah bergembira sekali melihat kekalahan kaum Kristian itu; sebab mereka juga Ahli Kitab seperti kaum Muslimin. Mereka berusaha mengaitkan tercemarnya kekalahan Kristian itu dengan agama kaum Muslimin.


Sebaliknya pihak Muslimin merasa sedih sekali kerana pihak Rom juga Ahli Kitab seperti mereka. Muhammad dan sahabat-sahabatnya tidak mengharapkan kemenangan pihak Majusi dalam melawan Kristian. Perselisihan kaum Muslimin dan kaum kafir Mekah ini sampai menimbulkan sikap saling berbantah dari kedua belah pihak.


Kaum kafirnya mengejek kaum Muslimin, sampai ada di antara mereka itu yang menyatakan kegembiraannya di depan Abu Bakr dan Abu Bakrpun sampai marah dengan mengatakan: Jangan lekas-lekas gembira; pihak Rom akan mengadakan pembalasan.


Abu Bakr adalah orang yang terkenal tenang dan lembut hati. Mendengar jawapan itu pihak kafir membalasnya dengan ejekan pula: Engkau pembohong. Abu Bakr marah: Engkaulah musuh Tuhan yang pembohong! Hal ini disertai dengan taruhan sepuluh ekor unta bahawa pihak Rom akan mengalahkan kaum Majusi dalam waktu setahun.


Muhammad mengetahui adanya peristiwa taruhan ini, lalu dinasihatinya Abu Bakr, supaya taruhan itu ditambah dan waktunyapun diperpanjang. Abu Bakr memperbanyak jumlah taruhannya sampai seratus ekor unta dengan ketentuan, bahawa Parsi akan dapat dikalahkan dalam waktu kurang dari sembilan tahun.


Dalam tahun 625 ternyata Heraklius menang melawan pihak Parsi. Syam direbutnya kembali dan Salib Besar dapat diambil lagi. Dalam taruhan ini Abu Bakr pun menang. Sebagai nubuat atas kemenangan ini firman Tuhan turun seperti dalam awal Surah ar-Rum:


“Alif Lam Mim. Kerajaan Rom telah dikalahkan. Di negeri terdekat. Dan mereka, sesudah kekalahan itu, akan mendapat kemenangan. Dalam beberapa tahun saja. Di tangan Tuhan keputusan itu. Pada masa lampau, dan masa akan datang. Pada hari itu orang-orang yang beriman akan bergembira. Dengan pertolongan Allah; Ia menolong sesiapa yang dikehendakiNya. Maha Mulia Ia dalam Kekuasaan dan Maha Penyayang. Demikian janji Allah. Allah takkan menyalahi janjiNya. Tetapi kebanyakan orang tidak mengetahui.” (Qur'an, 30:1-6).


Besar sekali kegembiraan kaum Muslimin atas kemenangan Heraklius dan kaum Nasrani itu. Hubungan persaudaraan antara mereka yang menjadi pengikut Muhammad dan mereka yang percaya kepada Isa, selama hidup Nabi, besar sekali, meskipun antara keduanya sering terjadi perdebatan.


Tetapi tidak demikian halnya kaum Muslimin dengan pihak Yahudi, yang pada mulanya bersikap damai, lambat-laun telah menjadi permusuhan yang berlarut-larut, yang sampai meninggalkan bekas berdarah dan membawa akibat keluarnya orang-orang Yahudi dari seluruh jazirah Arab. Kebenaran atas kejadian ini ialah firman Tuhan:


“Pasti akan kau dapati orang-orang yang paling keras memusuhi mereka yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik; dan pasti akan kau dapati orang-orang yang paling akrab bersahabat dengan mereka yang beriman ialah mereka yang berkata: 'Kami ini orang-orang Nasrani.' Sebab, di antara mereka terdapat kaum pendeta dan rahib-rahib, dan mereka itu tidak menyombongkan diri.” (Qur'an, 5:82).





sambung next entry..









p/s..jika ada kesilapan di mana2 sila tegur dan perbetulkan patik yang jahil ini yea yang arif..peace

3 comments:

Mawar Berduri said...

next entry please..

amir aizat said...

terbaik lah!! bgus2 nii

alif haris said...

bagus cinonex share info ni ..
mari belaja sirah rasulullah bersama-sama :)